Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Mei 2014

Character Introduction: Valerie!

Halo, ketemu lagi denganku di post yang terbaru (aku sudah harus mulai mikirin kalimat pembuka yang baru). Sebenarnya aku ingin kasih update baru untuk Warriors of Belirium, tapi nggak banyak screenshot baru yang bisa aku bagi di sini, aku juga belum coding fitur baru yang bekerja di balik layar. Belakangan ini (selain ngerjain proyek orang) aku lebih condong ke sisi karakter dari game-ku, jadi kali ini aku akan sharing soal itu.

Kalau kalian sudah memainkan game-ku pasti kalian sudah bertemu dengan hampir semua karakter utama: Argus, Tiara, Sophie, Rudolf, dan Anita. Tapi ada satu lagi karakter utama yang masih belum muncul dalam game, seorang anak perempuan bernama Valerie.

Valerie (gambar) adalah seorang anak biasa dari Belirium, dulunya dia bernama Rose Mardyn tapi sewaktu dia berumur 13 tahun desanya diserang oleh bandit dan hampir semua penduduknya mati dalam peristiwa itu. Rose adalah salah satu yang selamat, dia ditolong oleh sekelompok ilmuwan elf dari Belirium yang sedang mencari subjek percoban baru.

Percobaan ini adalah percobaan untuk menciptakan manusia yang bisa menggunakan kekuatan cahaya dan kegelapan sekaligus dalam satu tubuh. Setelah banyak percobaan yang gagal, para ilmuwan itu mencoba satu metode baru yang mereka yakin bisa menghasilkan manusia yang mereka inginkan.

Rose ga langsung mau dijadikan bahan percobaan, tapi setelah beberapa bulan diadopsi oleh salah seorang ilmuwan, akhirnya dia setuju juga. Sekarang sesudah percobaannya berhasil, dia bisa menggunakan kekuatan cahaya dan kegelapan sekaligus. Dia juga gak akan sakit, tua, ataupun mati, membuat tubuhnya tetap seperti seorang gadis 14 tahun. Efek sampingnya adalah dia kehilangan hampir semua ingatannya yang dulu.

Nantinya dia akan digunakan oleh Belirium sebagai salah satu penyihir yang berguna di medan perang, bersama dengan Argus dan yang lain. Dan karena dia gak pernah bertambah tua, aku bisa menampilkannya terus-menerus di gameku yang berikutnya, dan aku gak akan kekurangan stok loli dalam gameku! *ditampar*

Oke, kira-kira segitu dulu. Sampai ketemu di blog post yang berikutnya! (aku juga perlu mikirin kalimat penutup yang baru)

Kamis, 17 April 2014

Story dev: Shaping up your country

Hai semuanya, jumpa lagi dengan aku di seri berikutnya dari seri story dev. Kalau sebelumnya kita sudah membahas soal inti cerita dan karakter cerita, di seri ketiga ini aku akan membahas soal tempat di mana karakter kita hidup: Negara. Pada dasarnya aku akan membahas tentang gimana cara membuat negara & budaya yang believable untuk cerita kita. Jadi mari kita mulai!

Di bawah ini adalah hal-hal yang harus kita pikirkan ketika membuat negara, hal-hal ini nggak diurutkan berdasarkan tingkat kepentingan.


  • Batas umur rata-rata: Ini adalah umur rata-rata penduduknya sebelum mereka akhirnya mati karena usia. Bisa berumur 80an untuk batas umur wajar manusia pada umumnya, atau mungkin orang-orang di sini bisa hidup sampai lebih dari 100 tahun? Kalau ras penduduknya bukan manusia berapa lama mereka punya harapan hidup?
  • Kekuatan khusus: Ini adalah kemampuan yang hanya dimiliki oleh penduduk negara ini. Apakah mereka punya kekuatan fisik yang lebih kuat dibanding bangsa lain? Atau mungkin mereka lebih cerdas dan memiliki kemampuan sihir yang lebih tinggi?
  • Core values: ini adalah nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat negara itu. Apakah masyarakatnya lebih religius? Apakah mereka menghormati para leluhur? Atau lebih mementingkan kekuatan perang dan harga diri yang didapat dari pertarungan?
  • Cultural strength: Ini adalah kelebihan bangsa ini dibandingkan dengan bangsa lain. Perbedaannya dengan poin kekuatan khusus di atas adalah, kekuatan khusus lebih spesifik masing-masing individu sedangkan cultural strength adalah kelebihan keseluruhan satu bangsa lain. Contohnya, satu bangsa bisa saja lebih ahli dalam teknologi sementara bangsa lain lebih mementingkan perdagangan.
  • Cities: Ciri khusus apa yang dimiliki oleh masing-masing kota di negara ini. Kota yang lebih mementingkan perdagangan akan punya distrik perdagangannya sendiri, sementara kota yang lebih mementingkan pendidikan akan punya universitas dan perpustakaan besar.
  • Interaction with other cultures: Bagaimana hubungan negara ini dengan negara tetangganya? Bagaimana hubungan perdagangan? Adakah yang sedang berperang dengan bangsa ini? Atau mungkin bangsa ini adalah bangsa yang tertutup dan tidak melakukan kontak sama sekali dengan negara tetangganya?
  • Religion: Seperti apa agamanya? Politeis? Monoteis? atau memuja para spirit di alam ini?
  • Education: Sepintar apa penduduknya? Berapa banyak orang yang bisa membaca? Apakah ada ilmuwan atau filsuf di negara ini? Bagaimana dengan keluarga petinggi negara, apakah mereka mendapat tingkat edukasi yang sama ataukah ada perlakuan khusus?
  • Class system: Ini mengatur sistem sosial masyarakat di negara ini. Apakah negara ini punya sistem kasta? Ada berapa kasta dan apa perbedaan masing-masing kasta? Kalau tidak ada kasta, apakah perlakuan terhadap pria dan wanita sama atau ada perbedaan?
  • Value of life: Bagaimana penduduk negara ini menghargai sebuah nyawa? Apakah mati dalam perang dianggap sama dengan kematian yang lain? Bagaimana kalau orang itu melakukan bunuh diri seperti seppuku seperti di jepang?
  • Family structure: Seperti apa susunan suatu keluarga? Berapa banyak penghuni satu rumah? Apakah wajar kalau laki-laki melakukan poligami? Bagaimana dengan perempuan yang poliandri? Apakah cucu dan kakeknya tinggal satu atap atau terpisah?
  • Pair bonding: Bagaimana seorang pria menikahi wanita? Apakah bertemu sendiri atau dijodohkan oleh orang tua? Sesudah menikah, apakah perceraian merupakan hal yang wajar atau tidak?
  • Children: Bagaimana penduduknya membesarkan seorang anak, apakah dilakukan oleh orang tua itu sendiri atau dilakukan oleh pembantu? Atau dititipkan oleh kakeknya? Berapa banyak anak yang biasanya dimiliki oleh satu keluarga? Pada umur berapa seorang anak dianggap dewasa? Apakah ada upacara khusus ketika si anak mencapai kedewasaan?
  • Agriculture: Apa saja hasil bumi yang dihasilkan oleh negara ini?
  • Government: Seperti apa bentuk pemerintahannya? Kerajaan kah atau bentuk lain? Apakah raja memerintah sendiri atau adakah penasihat? Bagaimana proses pergantian kekuasaannya? Apakah pergantian kekuasaan ini selalu berjalan mulus atau adakah pergolakan besar di kerajaan ini sewaktu menentukan raja berikutnya? Apakah anak raja selalu pasti menggantikan ayahnya? Bagaimana kalau si anak raja ini umurnya masih terlalu muda?
  • Industry: Apakah hasil produksi di negara ini? Kerajinan kayu? Kerajinan keramik? Atau lebih ke produksi besi seperti senjata? Dari mana bahan baku produksinya didapat?
  • Trades: Apa saja barang-barang yang dijual oleh negara ini dan ke mana dijualnya? Adakah barang lain yang diimpor oleh negara ini? Apakah jalur perdagangan selalu aman? Seberapa besar kemungkinan serangan bandit?
  • War technology: Seperti apa kemajuan kemampuan perang negara ini? Apakah lebih maju dalam hal sihir ataukah persenjataan berat? Bagaimana dengan angkatan lautnya? Atau pertahanan antar negaranya?
Huuuf... itu daftar yang cukup panjang, dan kurasa cukup lengkap. Dari situ kalian bisa membuat sebuah kerajaan yang cukup detil. Atau mungkin ada lagi yang ingin kalian tambahkan dalam daftar itu? silahkan bagi pikiran kalian di kolom komentar. Sampai ketemu lagi di blog post berikutnya!

Senin, 14 April 2014

Story dev: Characterization!

Hi, selamat datang di seri kedua dari Story dev. Kalau sebelumnya kita membahas tentang inti cerita, kali ini kita akan menjelaskan tentang karakter yang bermain dalam cerita itu. Jadi mari kita mulai.

Dalam membuat tokoh kita harus menambahkan karakter ke dalam tokoh itu, ini supaya tokoh yang kita buat benar-benar terasa hidup dan tidak hanya menjadi boneka yang merupakan sebuah alat bagi pencerita untuk mengutarakan ceritanya. Jadi bagaimana supaya kita bisa menambahkan karakter ke dalam tokoh buatan kita? Berikanlah goals dan motivation.

Penjelasan singkatnya begini:

  • Goals: adalah sesuatu yang diinginkan oleh tokoh kita
  • Motivation: adalah alasan kenapa tokoh kita menginginkan goals itu tadi.
(oke, menyebut "tokoh" terasa agak aneh buatku, selanjutnya aku akan menyebut pemeran dalam cerita yang kita buat sebagai "karakter" lebih terasa natural buatku)

Seperti halnya dengan orang-orang nyata yang ada di hidup ini, karakter kita pastinya punya sesuatu yang diimpikan. Sesuatu ini bisa berupa benda fisik seperti misalnya Pedang legenda, harta karun tersembunyi, atau gaun yang indah. Atau bisa saja sesuatu yang diinginkan berupa hal-hal yang tidak berwujud, misalnya saja gelar, ketenaran, menjadi populer di antara banyak orang. Atau bisa saja berupa gabungan dari kedua hal tersebut, misalnya saja ingin mendapat gelar sebagai seorang ahli pedang dengan berhasil mendapatkan pedang sihir yang melegenda.

Motivation adalah alasan kenapa seseorang menginginkan sesuatu atau hal yang mendorong seseorang untuk menginginkan sesuatu. Alasan atau dorongan ini berasal dari dalam diri karakter itu sendiri, yang bisa terbentuk dari lingkungan di mana karakter itu hidup / dibesarkan. Contohnya, seorang anak yang hidup miskin sedari kecil, hidupnya serba kekurangan, makan malam yang seadanya, tiap tidur selalu kedinginan, selalu memakai baju yang lusuh. 

Apa yang kira-kira diinginkannya? Hidup mewah, atau paling tidak hidup yang tidak perlu mengkhawatirkan apakah tersedia makan malam atau tidak. Bagaimana cara mendapatkannya? Bekerja keras sejak kecil, bisa jadi pelayan bar, pemusik, penggembala, apa saja. Bagaimana kalau dia melihat poster penjahat, dengan hadiah uang bagi yang menangkapnya? Uang yang cukup untuk hidup tanpa perlu kerja selama satu bulan? Bukan tidak mungkin bukan kalau dia berusaha menangkapnya? Bukan hal aneh juga kalau dia lalu menjadi seorang pemburu hadiah di kota asalnya. Dan dari situ background cerita sudah kita dapat.

Apakah harus mengikuti contoh di atas? Tidak selalu, dari contoh tadi si anak sudah mendapat apa yang dia inginkan, dia hanya  terus melakukan pekerjaannya sebagai pemburu hadiah. Bagaimana kalau karakter kita belum mendapat apa yang dia inginkan? Bukankah akan menjadi background cerita yang tidak kalah bagusnya?

Mungkin sementara ini sampai di sini dulu post kali ini. Sampai bertemu di blog post berikutnya. Ciao!

Jumat, 11 April 2014

Story dev: Plotting it out

Hi semuanya, kalau kalian ingat dulu aku pernah nulis serial blog soal RPG devblog yang menjelaskan step-by-step caraku mendesain battle system. Sebenarnya aku masih ingin melanjutkan seri itu tapi battle system yang sekarang sudah agak berbeda dari yang aku tulis, dan dulu aku juga susah menyempatkan waktu untuk nulis. Well, sekarang aku ingin menebus dosa dengan memulai sebuah seri baru yang nggak kalah penting dengan battle, membuat cerita. So, let's start!

Aturan pertama untuk membuat cerita adalah: jangan mulai dari awal, alias jangan mulai menulis cerita dari prolog. Ada hal yang harus kalian lakukan sebelum menulis itu, yaitu memikirkan 'inti' ceritamu ini. Apa sih 'inti' cerita itu? Inti cerita adalah satu hal utama dimana nantinya semua plot dan jalan ceritamu itu berjalan di seputar hal utama itu. Hm... mudah dimengerti atau nggak yah? coba aku tulis dengan susunan kata-kata yang lebih gampang dibaca.

Pertama, ambil satu kata yang akan jadi inti ceritamu itu, misalnya "pengkhianatan". Dari situ kita bisa mulai membuat karakter-karakter, mulai dari raja, penasihat raja, pangeran, pengembara, dan banyak lagi. Kemudian setelah membuat para karakter utama, kita mulai membuat draft awal yang kita mau, misalkan ada sebuah kerajaan yang rajanya sudah hampir mati, raja mendengar ada sebuah artifak legenda yang bisa mengabulkan satu permintaan apapun juga. Raja lalu mengadakan sayembara bagi siapapun yang bisa membawakan artifak legenda itu pada raja, dia akan diberi kekayaan yang melimpah. Maka dimulailah perlombaan di antara semua orang yang kuat dan berani di negeri itu untuk memenuhi keinginan raja.

Lalu di mana letak pengkhianatannya? Oh ayolah, artifak ini bisa mengabulkan keinginan apapun, siapa yang bisa menjamin artifak ini akan diserahkan pada raja? Seseorang yang cukup licik bisa saja mendapatkan hadiah dari sayembara dan keinginan yang dikabulkan oleh artifak itu sekaligus. Menguntungkan banget bukan? Atau mungkin saja si penasihat raja punya agenda tersendiri, mungkin dia sebenarnya bukan orang yang setia, bisa saja di saat-saat terakhir dia mencuri artifak itu dan menggunakannya sendiri. Be creative!

Apa ini saja yang diperlukan dalam membuat cerita? Oh tentu nggak, masih ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dalam membuat cerita dan karaktermu, yang akan aku bahas di beberapa post berikutnya. Sampai nanti!

Kamis, 28 Februari 2013

Ceritaku, Kingdom of Astelaath

Ini sebenernya sudah lama, tapi baru sempat aku tulis sekarang. Aku nulis cerita fantasi, bukan novel, tapi cerita yang aku upload online ke ngomik.com judulnya Kingdom of Astelaath. Ceritanya soal guild sihir di kerajaan Arkascha. Bagaimana guild menjalankan kehidupan sehari-harinya, menjalankan misi, hubungan antar anggota, dsb.
Kenapa judulnya Kingdom of Astelaath? karena di Arkascha ada sebuah mitos soal kerajaan kuno yang sudah berdiri jauh sebelum Arkascha (mungkin ratusan atau ribuan tahun yang lalu, ga ada catatan sejarah yang jelas soal ini), tapi entah kenapa, kerajaan ini mendadak hilang dari sejarah. Sekarang ada satu guild yang berusaha mencari Astelaath (bukan karakter utama).

lebih lanjut, bisa baca di sini: http://www.ngomik.com/Daggio?page=story&p=2