Senin, 01 Desember 2014

Jadi bagaimana nasib game-ku?

Oke, seperti yang sudah disinggung di postingan sebelumnya, kali ini aku akan membahas soal game-ku, Warriors of Belirium. Aku juga baru ingat kalau aku (mungkin) belum pernah menulis soal kenapa kok project game ini berhenti. Kalau mau dijelaskan secara singkat: life happened. Selama beberapa bulan mengerjakan Warriors of Belirium, aku benar-benar membuat game itu dengan dasar cinta dan passion, klise ya? Tapi memang itulah yang menjadi alasan ku membuat game itu dulu.

Sesudah beberapa bulan bekerja tanpa ada pemasukan sedikit pun, aku mulai sampai di titik di mana stok idealisme ku habis, dan wadah kosong di otak ku mulai kemasukan realita, kalau aku harus melakukan sesuatu untuk mendapatkan pemasukan, kalau bisa sih bukan dengan merampok bank. Jadi sekitar bulan mei atau juni aku sudah mulai bekerja secara freelance, membuat proyek game untuk orang-orang, dan yang terbaru ini aku menulis buku untuk Packt pub.

Dan sekarang ini aku sudah mulai bisa menyisihkan waktu untuk berpikir bagaimana selanjutnya game Warriros of Belirium ini. Dilanjutkan? Itu pasti, ini adalah game yang aku cintai dan pasti akan kubawa ke layar komputer orang-orang lain. Yang jadi masalah adalah: aku sudah lupa kode ku beberapa bulan yang lalu. Dulu aku menulis kode dengan enggak rapi, pokoknya jalan, toh cuma aku aja programmer nya. Kode yang tanpa dokumentasi dan pengelompokan yang baik itu enggak baik, walaupun kamu sendirilah si programmer itu.



Jadi bagaimana? Sederhana saja, aku akan mulai lagi dari awal. Dan kali ini, aku akan membuat jalan ceritanya dulu sampai selesai, atau sekitar pertengahan lah. Karena jujur aja deh, enggak ada sisi lain dari game ini yang bisa aku tonjolkan selain cerita. Aku enggak punya ide gameplay atau battle system yang menarik dan inovatif, dan itu pun terlihat di versi pertama Warriors of Belirium.

Jadi sudah aku tetapkan: Warriors of Belirium akan ganti genre, jadi visual novel, tapi tetap dengan bumbu RPG. Maksudnya? Yeah nanti akan ada sistem pertarungan dan inventory, seperti beberapa game visual novel lain yang menggabungkan dengan RPG. Sementara ini aku baru tahu Loren: The Amazon Princess sebagai game yang menggabungkan dua genre ini. Aku sudah main game itu dan menurutku itu adalah contoh yang bagus untuk game yang akan aku bikin, tinggal bagaimana membuatnya saja.



Nah, karena itu aku juga akan ganti tools, kali ini aku akan memakai Ren'py untuk membuatnya. Dulu aku sudah pernah memegang Ren'py untuk membuat game, walaupun enggak sampai jadi. Menurutku aku tinggal mengingat bagaimana memakainya saja. Untuk grafiknya, aku akan minta commission dari orang lain untuk mengerjakannya.

Hmm, sejujurnya aku bingung bagaimana mengakhiri blog ini, mungkin karena aku sudah terlalu lama enggak blogging. Yeah, akhir kata, sampai ketemu di blog berikutnya.