Jumat, 14 Oktober 2016

Review Shuumatsu no Izetta episode dua



Oke, episode kedua ini tepat melanjutkan adegan di akhir episode pertama: Izetta dan Fine terbang dengan senapan terbang (karena sapu terbang sudah terlalu mainstream) di atas pegunungan bersalju. Yang tidak kita ketahui adalah pegunungan ini adalah batas negara Eylstadt dan ada satu pasukan kecil pesawat udara Germania sedang berusaha menyerang Eylstadt.

Dan seperti yang sudah aku perkirakan sebelumnya, kita akan mulai melihat kemampuan bertempur Izetta. Di awal episode ini, Izetta berhasil menjatuhkan 4 pesawat tempur Germania, sedangkan satu lagi dengan bantuan Putri Fine. Yang terlihat unik di sini adalah kekuatan sihir Izetta, yang direpresentasikan dengan sebuah berlian sihir (atau semacamnya), yang setelah selesai bertarung terlihat kalau berlian sihir ini semakin mengecil.

Setelah adegan pertarungan tadi, konten cerita episode ini lebih memfokuskan pada masa lalu Izetta. Izetta adalah seorang penyihir terakhir, neneknya sendiri (yang juga penyihir) yang mengatakan kalau penyihir-penyihir yang lain sudah mati. Selain itu Izetta juga harus menyembunyikan kekuatannya dari orang lain, karena kekuatan sihir tidak diterima dalam masyarakat.



Di sini terlihat sebuah flashback penting dalam masa lalu Izetta: yaitu saat Fine melindunginya dari serangan penduduk desa. Tidak jelas apa yang terjadi, tapi yang jelas penduduk desa berusaha menyerang (atau membunuh?) Izetta, dan Fine terluka karena melindunginya.

Sebenarnya berkaitan dengan masa lalu dua cewek ini, masih ada beberapa pertanyaan yang ada di kepalaku:
1. Kenapa Fine bisa jalan-jalan dan tinggal di desa? Dia kan putri raja, plus calon pewaris tahta. Kenapa bisa menghabiskan masa kecil di daerah rakyat jelata?
2. Apa yang terjadi sampai penduduk desa menyerang Fine dan Izetta? Lebih tepatnya sih, kenapa identitas Izetta sebagai penyihir bisa ketahuan? Padahal neneknya sudah mengingatkannya untuk tidak menggunakan kekuatan secara sembarangan.
3. Kapan mereka berpisah? Dan kenapa? Apakah secara normal atau ada pemaksaan dari orang lain?
4. Apa yang terjadi pada Izetta sesudah mereka berdua berpisah? Di episode satu terlihat kesan bahwa Izetta adalah "hasil penelitian" Germania, tapi di episode dua ternyata dia memang benar-benar penyihir natural.
5. Apa yang dilakukan Germania pada Izetta?

Sejauh ini, anime ini cukup menarik untuk diikuti. Mari kita lihat apakah episode 3 akan membenarkan pendapatku atau malah membuatku berubah pikiran.

Minggu, 09 Oktober 2016

Review Shuumatsu no Izetta episode 1

Shuumatsu no izetta


genre: alternate history


Bercerita tentang sebuah negara (fiktif) kecil bernama Eylstadt (yang selalu wa salah baca sebagai Elystadt) yang terjebak perang dan dalam ancaman invasi dari Germania. Dalam usahanya menyelamatkan negaranya, seorang putri Elystadt bernama Fine  berusaha meyakinkan negara sahabatnya untuk ikut berpartisipasi dalam perang. Dalam episode pertamanya sendiri terlihat usaha keras sang putri untuk pergi secara sembunyi-sembunyi ke negara sahabatnya (yang bersifat netral dalam perang).

Di episode pertama ini diawali dengan banyak adegan aksi, terutama saat Putri Fine berusaha melarikan diri dari pasukan Germania. Walaupun begitu, di sini juga ada adegan politik yang kental, di saat Putri Fine bernegosiasi dengan wakil dari Britania (lupa sih, orang itu jabatannya apa). Walaupun negosiasi sia-sia karena si putri berhasil diculik oleh pasukan Germania.





Di bagian akhir episode ini, sewaktu Putri Fine dibawa dalam pesawat menuju Neue Berlin, ia bertemu kembali dengan seorang penyihir(?) yang sepertinya pernah bertemu dengan Putri Fine sewaktu mereka kecil. Dan akhirnya, Izetta (si penyihir cewek ini) menyelamatkan putri dari dalam pesawat Germania.

Anime ini menarik buat saya karena sudah lama juga nggak nonton anime dengan genre alternate history, yang mencoba menceritakan sejarah dalam kreasi sang pembuat sendiri. Sang karakter utama, Putri Fine, adalah sosok seorang putri yang sangat mencintai negara dan rakyatnya, yang siap melakukan apapun demi melindungi negaranya. Belum ada karakter penting lain yang terlihat selain Izetta, dan Izetta ini sendiri masih belum terlihat karakternya.




Yang pasti Izetta dan Fine pernah bertemu sewaktu mereka kecil, dan mereka kelihatan punya hubungan yang kuat sewaktu kecil, karena Fine pernah melindungi Izetta dari serangan orang2 (yang belum kelihatan alasannya). Yang masih belum jelas adalah kenapa Izetta (yang sewaktu kecil harusnya berada di Elystadt) bisa ada di tangan Germania, dan disebut sebagai rahasia militer. Apakah Izetta sempat berpisah dari Fine? Kenapa? Dan apakah setelah ini Izetta akan lebih berpihak pada Elystadt atau Germania? Semoga saja gak ada sistem pengendalian otak yang dibuat oleh Germania.

Kalau dilihat dari flow ceritanya (apalagi Izetta kelihatannya punya kemampuan bertarung yang tinggi), kelihatannya di episode 2 atau 3 akan ada adegan bertarung yang seru. Masih belum jelas apakah seri ini akan lebih banyak adegan politik atau pertarungan, tapi yang jelas anime ini adalah anime yang sangat menarik untuk diikuti.

Jumat, 18 Maret 2016

Unity demo GDC 2016

Halo! Sesudah kemarin menulis tentang game engine Unreal, sekarang saya ingin menuliskan tentang satu hal lagi, yaitu tentang satu lagi game engine yang populer di kalangan developer, terutama mereka yang indie: Unity. Sama seperti Unreal, kemarin Unity baru saja merilis sebuah video yang menunjukkan kemampuan engine mereka, tapi berbeda dengan Unreal video ini menonjolkan kemampuan visual engine ini dalam sebuah demo yang indah.



Demo ini berjudul Adam, dan menampilkan cerita sebuah cyborg yang baru saja bangun dari tidurnya. Nah, setelah keluar dari tempat dia diikat (atau disekap lah), barulah ketahuan kalau Cyborg ini nggak sendirian. Ada banyak cyborg seperti dia, yang sepertinya dibuat oleh pihak militer (kelihatan dari personel militer di sebelah atas).

Unity sendiri mengatakan bahwa video ini ditampilkan dengan in-game rendering dan bukan sebuah FMV, meski begitu tampilannya sendiri sudah menyerupai sebuah FMV yang indah. Demo ini adalah episode pertama, nantinya akan ada lagi demo berikutnya yang akan menceritakan kelanjutan cerita demo ini. Saya sendiri sudah penasaran dengan kelanjutan demo ini, semoga saja cepat keluar.

Selasa, 15 Maret 2016

Unreal Engine Sizzle Reel 2016 - GDC

Di dunia game development sekarang ini, membuat game engine sendiri sudah bukan pilihan yang bagus, karena kamu hanya akan membuat fungsi-fungsi yang sama yang sudah ada di game engine lain, karena memilih game engine 3rd party adalah pilihan yang wajar. Di antara banyak game engine yang bisa dipakai oleh para game developer, ada beberapa yang populer, seperti Unity dan Unreal.

Nah, Epic games sebagai pembuat Unreal engine baru saja merilis sebuah video reel yang menampilkan game-game yang dibuat dengan Unreal engine ini. Seperti apa saja gamenya? bisa dilihat di video terbaru di bawah ini.



Nah, kalau dilihat memang banyak sekali gamenya dan ada banyak sekali varian dalam game yang ditampilkan, baik dalam genre game maupun oleh tipe developernya. Saya sih pengen sekali membuat game dengan Unreal engine, sayang saja laptop saya tidak mampu menjalankan engine ini.

Kamis, 10 Maret 2016

One game a month: Coming Back Home

Halo, akhirnya aku sempet ngeblog lagi nih. Sebenarnya aku ingin lebih sering nulis di bulan februari kemarin, tapi apa daya tak sempat. Kali ini aku ingin menulis lagi tentang game, karena kayaknya sudah lama aku nggak nulis game. Game apa? game yang baru aku buat untuk tantangan one game a month di bulan februari kemarin!

Nah, di bulan kemarin itu optional theme dari OGAM sendiri adalah: home. Tema yang pasti semua orang tahu, tapi menariknya pengertian dari "rumah" ini bukan selalu rumah dalam arti fisik, tapi bisa juga kiasan. Rumah adalah tempat kita berkumpul bersama keluarga, tempat kita melepas lelah, dan tempat kita bersantai. Nah, game yang aku buat kemarin juga berusaha mengikuti tema ini.


Judul game-nya adalah: Coming Back Home. Menceritakan tentang seseorang yang entah kenapa kehilangan ingatan, dan kita akan membantu orang ini untuk bisa kembali ke istrinya. Kebetulan game ini juga adalah game pertama yang aku bikin pake engine unity, jadi ini juga jadi kesempatan latihan buatku. Genre game ini sendiri unik, karena aku pun nggak tahu harus mengelompokkan game ini ke dalam kategori apa. Bukan fighting, bukan RPG, bukan adventure, match-3 bukan, puzzle juga bukan. Jadi mungkin lebih cocok kalau disebut experimental gameplay ya?


Gameplay-nya sendiri mengharuskan kamu meng-klik lingkaran-lingkaran yang jatuh dari bagian atas layar, lingkaran-lingkaran ini melambangkan ingatan si pemain (orang yang kehilangan ingatan) dan untuk membantunya memulihkan ingatannya kembali, kita harus meng-klik lingkaran yang tepat. Darimana bisa tahu yang mana lingkaran yang tepat? Setelah meng-klik maka akan ada flash cahaya di layar, bisa berwarna hijau atau merah. Kalau hijau berarti ingatannya benar, kalau merah berarti pemain meng-klik ingatan yang salah. Kalau pemain sudah mengumpulkan banyak ingatan yang benar, maka dia akan siuman dari pingsan dan bertemu dengan istrinya (yang ada di screenshot pertama).

Satu hal yang istimewa dari game ini adalah, game ini menggunakan voice actor untuk suara narasinya. Voice acting ini dibawakan oleh temenku di twitter, Christer Kaitila ( @McFunkyPants ) dan suaranya benar-benar bagus. Game ini bisa kalian mainkan dari web di sini: https://daggio.itch.io/coming-back-home

Mungkin segitu dulu untuk blog post kali ini, sampai ketemu di tulisanku berikutnya!

Rabu, 03 Februari 2016

Anime review: Dagashi Kashi

Wah sudah lama juga ya aku nggak nulis lagi di blog ini, serasa sudah ditinggal tapi enggak kok aku masih berusaha menulis blog lagi. Jadi, mungkin untuk bisa membuatku kembali ke mood untuk menulis, aku akan mencoba menulis seri baru yaitu: Anime review! Intinya sih ini akan berisi review soal anime yang aku tonton, dan animenya juga sedang berlangsung. Untuk tulisan pertama ini, aku akan menulis review tentang Dagashi Kashi

Welcome!
Anime ini menceritakan tentang seorang anak laki-laki bernama Kokonotsu (bukan gambar yang di atas kok), yang ayahnya punya toko cemilan / makanan manis bernama Shikada Dagashi. Si ayah ingin anaknya mewarisi usahanya, tapi Kokonotsu tidak mau. Di saat inilah muncul seorang gadis bernama Hotaru (ini baru yang gambar di atas), yang adalah anak dari pemilik usaha makanan manis, dia ingin merekrut ayah Kokonotsu ke usaha ayahnya. Si ayah hanya ingin direkrut kalau Kokonotsu mewarisi toko Shikada Dagashi, dan dari sinilah cerita Dagashi Kashi dimulai.

Jadi, Hotaru adalah cewek yang jadi plot device dari cerita ini, dia berusaha membuat Kokonotsu lebih tertarik dengan makanan-makanan manis, yang bukan usaha yang susah karena Kokonotsu sendiri sudah cukup punya pengetahuan yang bagus tentang makanan manis. Jadi kesimpulannya, Kokonotsu bukannya benci hal-hal yang manis (entah cewek atau makanan), tapi lebih tidak mau kena repot mengurus toko.

Tapi sebagus apapun pengetahuan Kokonotsu tentang makanan manis, itu bukan apa-apa dibanding Hotaru. Cewek ini seperti punya ensiklopedia tentang makanan manis di dalam kepalanya, atau mungkin dia adalah manifestasi dari dewi makanan manis yang turun ke bumi. Selain itu, tingkah Hotaru terkadang (sering) terlihat aneh, apalagi kalau menyangkut makanan manis. Cewek ini jadi antusias sekali dan langsung menceritakan semua hal tentang makan manis tertentu.

Proses penceritaan ini pun enggak terkesan membosankan atau menggurui, malah lucu dan menghibur, semacam reaksi makanan Shokugeki no Souma tapi di sini kamu enggak perlu makan makanan dulu.


Jajan baru hari ini

Selain dari penjelasan jajan barunya, ada banyak hal lain yang lucu di film ini, jadi anime ini adalah anime ringan yang cocok untuk orang-orang yang memang ingin menghibur diri dari rasa stres. Satu lagi nilai plus dari anime ini adalah minimnya adegan ecchi atau yang menjurus ke sana. Kenapa ini jadi nilai plus? Karena memang saya sedang tidak tertarik dengan anime-anime yang hanya mengandalkan fanservice untuk menarik penonton. Iya, emang Hotaru itu termasuk tipe oppai, tapi sedikit banget adegan yang menonjolkan "menonjolnya" Hotaru. Yang mendekati mungkin adegan sewaktu di kolam renang, tapi itupun Hotaru memakai one piece, dan dia enggak berenang,

Cewek kedua
Selain Hotaru, satu lagi yang jadi "penyegar mata" adalah Saya, seorang cewek teman masa kecil Kokonotsu yang punya kafe, sekaligus sebagai barista kopi. Kalau Hotaru adalah cewek yang agak aneh dengan pengetahuan mendalam soal jajan, Saya adalah cewek biasa yang jago meracik kopi (dan main permainan semacam kartu banting), yang kebetulan naksir Kokonotsu. Keberadaan Saya lebih sebagai penyeimbang dari kegilaan Hotaru, dan membuat penonton yakin kalau enggak semua cewek di anime ini itu aneh.

Selain itu, Saya dan Hotaru punya perbedaan besar, yang bisa dijelaskan dalam gambar ini:

Perbedaan yang jelas terlihat

Secara keseluruhan, anime ini cukup bagus dan menghibur. Kalau kamu mencari anime yang enak ditonton untuk bahan ketawa, tontonlah Dagashi Kashi



Jumat, 18 Desember 2015

Hobi baru: youtube!

Jadi, udah lama banget sejak terakhir kali aku menulis sesuatu di blog ini, sepertinya ini sudah jadi sebuah hal yang tidak asing, tapi ini sebenarnya lebih disebabkan nggak ada ide buat nulis kok. Kalau misalnya aku punya ide buat tulisan (dan nggak malas nulisnya) pasti bisa nulis juga, kayak sekarang ini.

Jadi sejak sekitar dua minggu yang lalu, aku memulai hobi baru: Youtube. Bukan, ini maksudnya bukan nonton video di youtube, kalau itu sih sudah dari dulu. Maksudku, aku mulai membuat video dan mengunggahnya ke Youtube. Yah, untuk sekarang sih mungkin masih sederhana dan biasa-biasa aja, tapi semoga nantinya aku bisa membuat video lain.

Sekarang ini sudah ada dua video yang aku upload, yang pertama adalah fan video untuk game Tales of Vesperia:


Dan yang kedua adalah video trailer dari Tales of Berseria, tapi karena trailernya masih dalam bahasa Jepang, jadi aku terjemahkan dengan subtitle di bawahnya:


(Iya, dua-duanya dari seri game Tales of)

Jadi, bagaimana menurut kalian? sudah lumayan bagus kah videonya? Coba kasih saran dan pendapat kalian di kolom komentar!



Selasa, 22 September 2015

Gravity Rush 2, akhirnya game ini dapat sequel



Semenjak pertama kali dirilis, kabar tentang game lanjutan dari Gravity Rush tidak pernah terdengar. Saya sendiri sempat mengira Gravity Rush hanya akan menjadi game pembuka PS vita saja. Tapi, sony telah membuktikan saya salah 

Segera sesudah mengumumkan versi remake dari game ini, mereka langsung mengumumkan entri berikutnya yang langsung dinamakan Gravity Fish 2. Kalian bisa melihat bagaimana gameplay nya nanti karena trailer video ini menampilkan banyak sekali adegan gameplay yang penuh aksi.

Seperti versi remakenya, game ini juga akan diluncurkan untuk PS4. Entah kenapa tidak dirilis untuk vita, padahal banyak sekali game cross platform PS4 - Vita dipamerkan di TGS tahun ini.

Gravity rush akan diremake untuk PS4



Bagi kamu yang sudah memiliki vita sejak dulu pasti tahu tentang game eksklusif yang satu ini: Gravity rush. Kelihatannya sifat eksklusif game ini sudah hilang karena Sony akan merilis ulang game ini ke konsol rumahan mereka: PS4.

Tidak terlihat ada yang baru dari trailer ini jadi mungkin saja versi remaster ini cuma mendapat upgrade grafik, tapi kita tunggu dulu informasi resminya.

Take that! Game baru dari seri ace attorney



Di dunia ini ada dua macam gamer: gamer yang suka dengan game berisi kekerasan (pertarungan) dan gamer yang suka dengan game tanpa kekerasan. Untuk tipe gamer pertama sudah ada banyak game untuk mereka, untuk tipe gamer kedua mereka bisa memainkan serial ace attorney! Apalagi kini entri terbaru seri ini telah diumumkan!

Di game ini Phoenix harus berhadapan dengan seorang putri kurain dalam mengungkapkan kebenaran. Hanya saja dari trailer pertama ini klien Phoenix terlihat seperti pelaku kejahatannya. Hei, tapi bukankah seperti itu kasus-kasus yang ditangani Phoenix?

Sudah tidak sabar untuk memeras otak demi mengungkap kebenaran dalam kasus? Saya juga, untuk sementara saya berikan sebuah bukti berupa video youtube.

Zodiac Orcanon Odyssey, sebuah petualangan yang indah



Oke, sejujurnya game ini termasuk yang tidak saya tunggu dalam TGS tahun ini. Dimulai dari nama gamenya yang baru saya dengar, dan juga nama developernya yang asing.

Ini mungkin pertama kalinya saya mendengar nama Kobojo games, walaupun begitu game yang mereka tampilkan di lantai TGS ini sangat luar biasa. Animasi dalam cerita yang indah, dan juga sistem pertarungan yang amat menarik.

Animasi para karakter dan musuh dalam battle sangat mengingatkan saya pada game-game vanillaware. Animasi yang ditampilkan sungguh halus dan mendetail.

Dalam trailer ini tidak ditunjukkan untuk platform apa game ini dibuat, maupun kepastian tanggal rilis. Hanya ada pesan bahwa kisah ini akan dimulai dengan segera. Semoga saja tidak lama, karena saya sangat menantikannya.

Summer Lesson, game impian para pria.... Jomblo



Teknologi gaming semakin lama semakin canggih, dulu mungkin kita hanya bisa bermain dengan gamepad, tapi kemudian sudah ada teknologi motion control, hingga yang terbaru dengan virtual reality. Salah satu game yang menarik perhatian banyak orang adalah Summer Lesson.

Dikembangkan oleh tim dibalik game Tekken, apa yang awalnya adalah tech demo semakin berkembang menjadi sebuah game. Dulu hanya ada satu gadis yang ditampilkan, tapu kini ada pilihan baru yaitu gadis jepang. Mungkin pilihan baru ini dimaksudkan untuk menarik pemain dari dua belahan dunia yang berbeda?

Kalau kamu ingin tahu bagaimana rasanya mendekati gadis bule atau jepang, game ini layak kamu nantikan.

Setelah sekian lama, FF XIV akhirnya akan rilis



Apa ada yang masih ingat kapan final fantasy XIV pertama kali diumumkan? Mungkin sekitar 10 tahun yang lalu, sewaktu game ini direncanakan rilis untuk PS3, waktu namanya masih Versus XIII.

Dan kini, setelah penantian panjang akhirnya Square Enix memberikan kita tahun rilis game ini. Tanggalnya sendiri masih belum pasti, tapi paling tidak kita kini bisa memperkirakan kapan game ini akan tersedia di toko online langganan.

Monster hunter stories, saat monster hunter jadi lebih kasual



Seri monster hunter sudah menjadi seri game yang sangat terkenal di dunia, dan sudah dirilis di berbagai platform.  Seri perburuan monster ini juga mengilhami banyak game lain yang meniru gameplay nya.

Kini Capcom ingin membuat game baru di seri ini dengan sedikit perbedaan, yang pertama adalah gaya grafisnya yang lebih bergaya anime. Mungkin ini untuk menarik lebih banyak gamer muda. Yang kedua, adalah fokus game ini lebih besar pada cerita.

Dan gameplay nya juga terlihat berbeda, karena di sini kita bisa bertarung bersama monster yang kita dapadkan. Kelihatannya kita membesarkan monster-monster ini dari telur, masih belum jelas apakah kita bisa menangkap monster atau tidak.

Sabtu, 19 September 2015

Resident evil 0 HD, saat Capcom meremaster satu game lagu



Entah kenapa tapi Capcom sepertinya tidak terlalu tertarik untuk membuat Resident Evil 7, tapi lebih ingin meremake game-game lama mereka. Sesudah sebelum nya meremake Resident evil pertama, kini mereka meremake Resident Evil 0 untuk PS3 & PS4.

Kamu merasa bingung ingin membeli edisi remaster yang mana? Jangan bimbang karena Capcom juga menyediakan bundle kedua game ini dalam Resident Evil Collection.

Kalau kamu merasa hari-harimu terlalu damai dan butuh sedikit kengerian? Mungkin game ini cocok untuk kamu.

Jumat, 18 September 2015

Project X Zone 2 - Game aksi dengan taburan animasi








Setelah dulu pernah mengeluarkan Project X Zone, kini Bandai Namco tengah mempersiapkan seri berikutnya: Project X Zone 2. Sama seperti sebelumnya, game ini akan menampilkan banyak karakter dari berbagai seri dalam satu game.

Daya tarik utama game ini adalah banyaknya animasi 2D yang bertebaran di dalamnya, apalagi ketika karaktermu akan mengeluarkan jurus pamungkasnya. Battle systemnya pun terlihat keren dan penuh aksi, apalagi aksi gabungan antara dua karakter.

Kabar bagusnya lagi, kamu tidak perlu menunggu lama untuk game ini, karena Bandai Namco akan merilisnya di bulan november ini.

Hyrule Warriors Legends - Gameplay ala musou untuk Nintendo 3DS








Hyrule Warriors, game dari seri Legend of Zelda dengan gameplay ala musou sudah dirilis di Wii U sejak beberapa waktu lalu. Tidak puas dengan itu, nintendo berencana untuk melebarkan game ini ke hardware mereka yang satu lagi: Nintendo 3DS.

Berjudul Hyrule Warriors Legends, game ini mampu memamerkan kekuatan 3DS yang mampu menampilkan gameplay yang sama dengan versi Wii U, walau dengan kualitas grafis yang berbeda. Nintendo juga berbaik hati memberikan karakter baru untuk versi 3DS, yaitu Link, Tetra, dan King Hyrule dari game Wind Waker.

Kalau kalian lebih suka memainkan game tanpa terikat ke layar TV, kalian bisa menunggu hingga game ini rilis tahun depan.

Odin Sphere Leifthrasir - Sebuah remake yang indah








Salah satu game yang menonjolkan kemampuan Vanillaware sebagai developer adalah Odin Sphere yang dulu dirilis di PS2. Sekarang, sesudah bertahun-tahun sejak pertama kali dirilis, Vanillaware memutuskan untuk membuat remake-nya di PS4, PS3, dan PS vita dengan nama Odin Sphere Leifdrasir.

Versi jepang dari game ini akan dirilis awal tahun 2016 mendatang, masih belum ada informasi tentang perilisan versi Inggrisnya, tapi semoga saja Atlus memutuskan untuk membawa game ini ke barat. Untuk kamu yang belum pernah main Odin Sphere sebelumnya, game ini sangat cocok kamu nantikan.

Sambut petarung baru Street FIghter V, Karin!








Capcom memang sedang serius mengembangkan game terbaru mereka Street Fighter V, dan mereka memang selalu secara bertahap memperkenalkan para petarung di game tersebut dalam reveal trailer masing-masing karakter. Setelah sebelumnya memperkenalkan petarung baru berdarah timur tengah, kali ini Capcom mengumumkan kembalinya salah satu karakter lama, Karin.

Dalam trailer diperlihatkan kemampuan bertarung gadis ini melawan Rashid yang jago mengendalikan angin. Jurus-jurus dan combo-nya pun terlihat cepat dan berbahaya. Satu pertanyaan yang terlintas di kepala saya adalah: apakah Sakura juga akan kembali dalam Street Fighter V? mengingat Karin dan Sakura adalah rival.

Street Fighter V masih belum jelas kapan akan dirilis, tapi kamu masih bisa memainkan versi beta-nya di PS4 atau PC.

Persona 5, ketika topeng menjadi sumber kekuatan








Bukan cuma dengan Aegis Rim, dalam event tahunan Tokyo Game Show kali ini pun Atlus juga menunjukkan detil terbaru tentang salah satu game andalan mereka: Persona. Judul terbaru dari seri ini, Persona 5, sudah lama dinantikan oleh para penggemarnya. Kali ini Atlus berbaik hati memuaskan dahaga fans mereka dengan memamerkan trailer terbaru dari Persona 5.

Trailer kali ini menampilkan banyak sekali gameplay dari Persona 5, mulai dari petualangan dalam dungeon, pertarungan, sampai animasi cerita. Sama seperti seri Persona sebelumnya, kamu akan diharuskan untuk bisa menyeimbangkan kehidupan sosialmu di sekolah dan pertarunganmu di dungeon.

Satu hal yang terlihat menarik adalah kelihatannya topeng akan menjadi elemen penting dalam game ini. Karena kamu akan mampu menggunakan topeng untuk menggunakan Persona, dan kelihatannya kamu juga bisa mendapatkan Persona baru dengan topeng ini. Sistemnya sendiri masih belum jelas seperti apa, apakah dengan fusion dua persona atau menemukan topeng di dalam dungeon.

Bagi kamu yang sudah tidak sabar untuk menjalani kembali masa sekolah ditambah bumbu petualangan, kamu bisa mulai menabung sekarang karena Persona 5 akan rilis tahun depan.